Pembangunan Masjid di Spanyol Kian Pesat

http://www.irsmm.org/files/images/Spain_2.jpg
Kota Barcelona, yang dikenal sebagai Mekah Eropa oleh para anti-penganut agama postmodernisme, setuju untuk membangun masjid agung resmi milik pemerintah dengan kapasitas ribuan jamaah. Struktur baru itu akan menjadi pesaing Pusat Budaya Islami besar di Madrid, yang saat ini menjadi masjid terbesar di Spanyol. Seorang pejabat di kantor walikota Barcelona mengatakan tuju masjid demi meningkatkan keberadaan Muslim di Spanyol, sekaligus mempromosikan nilai bersama antara Islam dan Eropa.

Proyek masjid Barcelona itu hanyalah satu dari puluhan masjid baru yang masih di berbagai tahap konstruksi di penjru Spanyol. Keseluruhan kini ada tiga belas masjid agung di Spanyol dan lebih dari 1.000 masjid kecil dan pusat-pusat ibadah--seperti musholla, yang tersebar di negara itu. Sebagian besar berlokasi di Catalonia, Spanyol timurlaut.

Peningkatan bangunan Muslim mencerminkan peningkatan pengaruh Islam di Spanyol, di mana populasi Muslim melonjak, dari yang diperkirkan 100 ribu pada 1990, menjadi belasan kali lipat, 1,5 juta pada 2010. Peningkatan itu terutama disebabkan faktor imigrasi besar-besaran.

Proyek masjid Barcelona diumumkan dalam seminar sepekan bertajuk "Nilai-Nilai Muslim dan Eropa," yang diselanggarakan atas kerjasama Ulama Maroko Dewan Eropa berbasis di Brusel dan Uni Pusat Budaya Islami di Catonia, Barcelona.

Seorang perwakilan dari kantor walikota Barcelona yang menghadiri konfeensi, kepada harian berbasis di Madrid, El Pais, mengatakan bahwa pemerintah kota akan terlibat dalam proyek. Alasannya, meski agama adalah wilayah pribadi, bukan berarti proyek itu tak memiliki peran terhadap publik.

Gagasan untuk membangun masjid agung itu hadir setelah seorang Imam di Barcelona keturunan Maroko, Noureddine Ziani, mengatakan pendirian masjid besar merupakan cara terbaik melawan fundamentalisme di Spanyil. "Lebih mudah menyusupkan gagasan fanatisme di masjid-masjid kecil yang didirikan dari garasi, ketika jamaah yang hadir terbatas ketimbang di masjid besar yang terbuka untuk siapa pun," ujarnya.

Lagi pula masjid nanti akan dilengkapi dengan ruang ibadah, kafetaria dan arena pertemuan. Ia juga berkata pemerintah Eropa sudah seharusnya mendanai imam-imam terlatih yang bakal menjadi alat berguna menghadang kaum radikal. (Sumber: republika)